7 Hal Orang Kaya Tidak Pernah Ucapkan



Apa sebetulnya yang memisahkan antara orang kaya dan mereka yang dengandompet rata-rata? Berdasarkan keterangan dari Robert Kiyosaki, perbedaanfundamental antara orang super kaya dan orang-orang yang mengandung kantong rata-rata ialah pada cara beranggapan atau mindset.

Cara berpikirlah yang akhirnya menyerahkan perbedaan, kenapa sebagian orang dapat membangun kekayaan sampai tanpa batas dan kenapa sebagian yang beda tidak dapat atau biasa-biasa saja isi kantongnya.

Cara beranggapan akan memengaruhi seseorang dalam menyimpulkan sebuahperbuatan dan pilihan. Cara beranggapan juga dominan besar pada gaya kerja seseorang, apakah sekadar kerja capek, kerja keras, atau kerja cerdas.

Anda barangkali pernah terpikir, kenapa dengan penghasilan yangsebetulnya sudah lumayan memadai, kondisi finansial Anda belum beranjak dari level ruang belajar menengah? Atau, mungkin pun Anda penasaran, selain kepintaran dan keberuntungan, apa yang menciptakan para orang super kaya tersebut menjadi laksana mereka adanya ketika ini: berhasil dan kaya raya.

Daripada penasaran, lebih baik kita langsung lihat di sini 7 urusan yang tidak pernah disebutkan oleh semua orang super kaya, yang memengaruhi kesuksesan mereka sampai hari ini. Tim HaloMoney.co.id merangkumnya dari Business Insider, inilah ini:

1. “Saya tidak dapat membelinya”

Orang berkantong pas-pasan biasa nyeletuk, “Saya tidak dapat membelinya”saat melihat suatu barang atau jasa yang dirasa terlampau mahal. Memang, sih, ini wujud sikap pemahaman terhadap kapasitas diri. Cuma, menurut keterangan dari Kiyosaki, orang super kaya tidak pernah mengungkapkan pengakuan seperti itu.

Orang kaya malah akan menerbitkan pertanyaan: “Bagaimana caranya supaya saya dapat membelinya?” Kiyosaki menggarisbawahi perbedaan fundamental dua pengakuan tersebut. Yang satu berupa pernyataan, kesimpulan. Sedang satu lagi, yang dibacakan oleh orang kaya ialah pertanyaan.

Pernyataan laksana statemen menyerah, menciptakan pikiran kita berhentipun untuk beranggapan dan mencari teknik untuk membeli. Sebaliknya,bila Anda menerbitkan pertanyaan, benak akan terstimulasi guna berpikir.

Kiyosaki menggarisbawahi, dengan membudayakan bertanya tentang teknik membeli sesuatu, bukan berarti kita perlu melakukan pembelian segala hal. Poinnya merupakan, Anda mesti secara konsisten mengajar pikiran. Soalnya, semakin kuat benak Anda mengenai ini, semakin tidak sedikit pula duit yang dapat Anda hasilkan.

2. “Saya bekerja untuk menggali uang”

Orang-orang banyak sekali memilih guna mendapatkan pendapatan denganteknik “dibayar” atau “digaji” atau dengan kata lain, menjadi pekerja, karyawan suatu perusahaan. Orang banyak sekali memilih menjadi karyawan dengan gaji tetap dan jam kerja yang teratur.Bagaimana dengan orang kaya? Orang kaya berbicara sebaliknya: Uang yang bekerja guna saya.

Orang-orang yang dapat membangun kekayaan jarang sekali yang berprofesi sebagai karyawan. Hampir seluruh orang kaya berasal dari kalangan wirusaha yang bekerja keras membina bisnis. Kalangan kaya pun berasal dari kumpulan investor di pasar finansial.

“Bila duit bekerja untukmu, Andalah yang mengontrol atas duit tersebut. Sebaliknya bila Anda bekerja untuk menggali uang, Anda malah memberikan dominasi pada pemberi kerja Anda guna mengendalikan,” tulis Kiyosaki.

3. “Bila sehubungan dengan uang, main aman saja, tidak boleh ambil risiko”

Alih-alih berbicara demikian, orang kaya malah berujar: Mari belajar mengelola risiko. Perihal mewujudkan kesejahteraan dan kebebasan finansial, memang tidak dapat dicapai dalam masa-masa semalam saja. Ada kerja keras pun dan keterampilan menerapkan strategi akumulasi kekayaan yang tepat.

Misalnya saja, Anda hendak mengakumulasi kekayaan melewati investasi disuatu produk, apakah tersebut investasi properti, emas, atau investasi saham. kita percaya dengan teknik investasi di produk-produk tersebut, kekayaan bisa meningkat lebih cepat. Nah, keputusan tersebut tidakdapat diambil sekadar menuruti tren atau dengan pertimbangan perasaan semata.

Anda pun harus menggarap “pekerjaan rumah” sebelum mengerjakan investasi atau berbisnis, tergolong di sini ialah menghitung risiko-risiko, ongkos dan prospek keuntungan. Apakah investasi atau bisnis itu tepat dengan profil risiko Anda, dan beda sebagainya.

Tidak berani memungut risiko, tidak akan membawa Anda ke mana-mana. Tujuan guna meraih kondisi keuangan yang lebih ideal pun susah tercapai.

4. “Rumahku ialah asetku”

Orang kaya malah berujar sebaliknya: lokasi tinggal bukanlah aset, diatergolong liabilitas. Ini bukan berarti kita tidak perlu melakukan pembelian rumah, ya. Maksud Kiyosaki, Anda mesti dapat membedakan mana yang tergolong aset dan mana yang sebetulnya liabilitas atau biaya.

Salah satu teknik membedakannya, menurut keterangan dari Kiyosaki,ialah dengan pertanyaan ini: “Bila kita berhenti kerja hari ini, suatu aset bakal menghasilkan uang, sedangkan suatu liabilitas akan memungut uang dari kantong Anda. Sangat urgen untuk kita mengetahui perbedaan duaurusan tersebut.”

Pada akhirnya, mempunyai rumah tergolong hal yang mahal dan nilai sebuahlokasi tinggal belum tentu tidak jarang kali naik. Bukan berarti kita tidak perlu melakukan pembelian rumah. Tapi Kiyosaki memberi tips, bila Anda hendak rumah yang lebih besar, belilah aset terlebih dulu yang kelakdapat menghasilkan arus kas untuk menunaikan rumah tersebut.

5. “Belajar yang rajin supaya bisa diterima kerja di perusahaan terbaik”

Ini nasihat yang barangkali sering kita dengar dari semua orangtua. Rajinlah belajar supaya bisa mendapatkan kegiatan yang bagus dan bergaji besar. Orang kaya tidak pernah beranggapan seperti ini. Justru mereka berujar: “Belajarlah yang rajin supaya Anda dapat menemukan perusahaan bagus yang tepat guna Anda beli.”

Orang kaya, menurut keterangan dari Kiyosaki, tidak pernah takutmemiliki mimpi besar. Mereka menyetel ekspektasi lumayan tinggi guna dapat menghasilkan dana yang banyak. Dari mimpi besar itu, mereka tidak segan bekerja keras guna mewujudkannya.

6. "Saya tidak bakal pernah jadi orang kaya"

Kiyosaki berujar, seorang yang kaya seringkali telah mendefinisikan dirinya sebagai orang yang kaya sampai-sampai apa juga yang diakerjakan dia bakal tetap berjuang untuk menjaga hal tersebut.

Kiyosaki menceritakan, saat ayahnya yang kaya merasakan kebangkrutan, dia tidak langsung mendefinisikan dirinya sebagai orang miskin. Sebaliknya, dia berkata, “Ada perbedaan besar antara menjadi orang kurang mampu dan menjadi bangkrut. Bangkrut tersebut sementara. Sedangkankurang mampu selamanya."

7. "Saya tidak tertarik pada uang"

Kebanyakan dari anda diajari guna belajar yang rajin, bersekolah di sekolah yang bagus, menggali pekerjaan, dan bersyukur terhadap apa yangtelah kita miliki. Secara esensial, menurut keterangan dari Kiyosaki,anda diajarkan guna menjadi orang yang mapan.

Orang kaya di beda pihak lebih sering menyaksikan uang secara logis: “Uang ialah kekuatan, kekuasaan.” Bukan berarti mesti menjadi materialistis, ya. Berdasarkan keterangan dari Kiyosaki, uang ialah alatsangat berkuasa yang dapat menghadirkan opsi dan kesempatan.

Nah, itulah 7 urusan yang tidak pernah dibacakan oleh orang kaya menurut keterangan dari Robert Kiyosaki, penulis keuangan kenamaan yang merilis kitab terkenal "Rich dad, Poor dad". Apakah anda setuju dengan Kiyosaki?

7 Hal Orang Kaya Tidak Pernah Ucapkan 7 Hal Orang Kaya Tidak Pernah Ucapkan Reviewed by shakaela on Minggu, Juli 15, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.